Rabu, 28 Oktober 2015

Pembalap Asal Subang Aditya Pangestu Juara I Asia Road Racing Championship di Thailand






Pembalap Indonesia Aditya Pangestu Hanafi, berhasil finish di posisi pertama (race 1) dan ketiga (race 2). Pembalap asal Subang, Jawa Barat ini ikut di kelas Asia Dream Cup (ADC) yang di adakan oleh Honda di event FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) seri V, yang digelar di sirkuit Buriram United Internasional Circuit, Buriram, Thailand. 

Aditya mengawali race di posisi ke-3 dan di depan nya ada Andi Farid Izdihar yang juga dari Indonesia. Sayangnya, di race kedua Andi ‘Gilang’ tidak bisa meneruskan balap di race ke dua karena terjatuh di 3 lap terakhir. “Saat itu ada pembalap yang ngerem mendadak, sehingga harus segera menghindar supaya tidak terjadi tabrakan. Alhasil melebar dan jatuh,” cetus Andi ‘Gilang’, pembalap yang pendiam itu.

Ada 18 pembalap yang ikut ADC dari negara Asia. Seperti Malaysia, Thailand, China-Taipai, Sri Langka, Singapore, Philippine, India, Australia dan Jepang. Dari ke 18 pembalap ADC, dilihat dari standing point sementara ADC seri V ini Aditya ada di posisi ke-3 (146 poin) dan Andi di urutan ke-6 (96 poin).

Pembalap kelahiran Subang pada 7 Juli 1995 ini menjadi wakil Indonesia di ajang Honda Asian Dream Cup bersama Andi Farid Izdihar. Aditya Pangestu yang awal kariernya membalap di Motocross dan Grasstrack ini poinya mampu kedua dibawah pembalap Malaysia Khairul Idham Pawi. Tentu saja ini merupakan torehan yang menggembirakan apalagi menjadi wakil bangsa di kancah Asia.

”Di ajang ADC tahun 2014 saya hanya berusaha semaksimal mungkin agar bisa jadi yang terbaik, dan hasilnya Alhamdulillah mampu jadi runner up. Di ajang tersebut saya juga mendapatkan banyak sekali ilmu yang saya dapat dari para mentor-mentor seperti Sinya Nakano. ” tutur Aditya Pangestu.

Beberapa waktu yang lalu, Aditya Pangestu juga berangkat ke Malaysia, guna melakukan sesi latihan dengan menggunakan Honda NSF250R yang merupakan kuda besi spek mendekati Moto 3. Bersama Andi Farid Izdihar dan beberapa peserta ADC lainya Aditya Pangestu mencoba geber Honda NSF250 di litar Pasir Gudang, Johor Baru.

”Naik motor Moto 3 sebenarnya hampir sama seperti naik motor sport biasa, cuma beda karakter motornya. Lumayan kemarin bisa buat menambah wawasan ilmu bisa nyobain motor Moto 3.” cerita Aditya Pangestu tentang sesi test naik Moto 3 di Johor beberapa waktu yang lalu.

Di musim 2014 lalu, pembalap murah senyum ini sebenarnya juga tampil di ajang Motoprix Jawa bersama tim Astra Motor Racing Team Jogjakarta bertandem dengan Willy Hammer. Namun prestasinya di Motoprix Jawa tentu saja masih kurang cemerlang, itu bukan saja karena pembalap yang lulusan SMA N 1 Pagaden Subang ini baru naik ke kelas seeded namun juga karena hanya ikut beberapa seri saja karena bentrok dengan event ADC.

Berbicara mengenai musim balap 2015 ini, Aditya Pangestu yang merupakan didikan dari Honda Golden Subang ini sudh tidak lagi bersama dengan tim ART Jogjakarta. Aditya Pangestu akan bergabung dengan tim ART Jakarta. Sempat ada kabar bahwa Aditya Pangestu akan difokuskan di balapan sport, namun saat dikonfirmasi, Aditya Pangestu belum bisa memastikan.

”Untuk musim 2015,kita tunggu saja biar bisa jadi surprise. Yang jelas kalau saya sih nurut apa kata bos aja. ” tutur Aditya Pangestu sambil tersenyum dengan senyum khasnya saat ditanyai perihal musim balap 2015.

Bakat Aditya Pangestu Hanafi putra dari Pasangan Edi Sudrajat dan Eem Mariah terlihat sejak kelas tiga sekolah dasar, seperti halnya naik sepeda seusianya pada saat jatuh tidak merasa kesakitan malah melanjutkan kembali memakai sepeda, sejak saat itu melihat bakat dari anaknya dengan melibatkan H.Wawan berinisiatip membikin motor kecil diperuntukan Aditya Pangestu Hanafi  dengan keterampilan bisa naik motor  Aditya yang mengikuti jejak Omnya  Asep niknik, Terus dipacu untuk mengikuti Grasstrack hingga klas enam sekolah dasar dan menginjak SMP  selama sepuluh hari sekolah motocross di Adrian Jogjakarta Pertama karir di Kawasaki junior motor cibinong kemudian pindah ke golden motor kemudian dari golden di arahkan ke astra motor Jogjakarta ditarik tim ART Jakarta sampai sekarang demikian Ungkap “Edi Sudrajat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar