Kamis sore
kisaran pukul 16.00 di selatan kantor Desa Sadawarna Kecamatan Cibogo Kabupaten
Subang nampak hiruk pikuk kegiatan ratusan anak usia belasan dengan berbagai
kegiatan yang berbeda. Ada yang bergerombol mengikuti petunjuk salah seorang
temannya dengan kebersamaan, membuat gerakan yang serasi membentuk formasi dibawah terik matahari, berlatih untuk
kompetisi. Disudut lain nampak puluhan siswa sedang duduk beralaskan tanah
merah dengan baju yang lusuh tetapi tetap patuh mengikuti arahan dengan
konsentrasi yang penuh. Ada juga yang ceria bersenda gurau dengan temannya
karna telah selesai melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya, Disisi lain
ada yang sibuk pulang pergi sambil membawa laci berisi tali untuk disusun
menjadi bahan setengah jadi.
Melihat
kodisi siswa-sisiwi SMK Negeri Cibogo seperti itu kami tim Info Realitas merasa
tertarik ntuk menyambangi, alhasil kami bertemu dengan Plh Kepala Sekolah bapak
Ardi Mulyono, SP yang sudah beberapa tahun mengabdikan diri di sekolah
tersebut.
Ketertarikan
kami pada sekolah tersebut ditengah proses belajar mengajar, nampak sebuah truk
dari salah satu perusahaan yang
terparkir dan membawa sesuatu dari sekolah, menurut penjelasannya bahwa SMKN
Cibogo salah satu sekolah yang bekerja sama saling menguntungkan dengan
beberapa perusahaan, dimana sekolah dijadikan plasma dari perusahaan sehingga tanpa mengurangi dan mengganggu
kurikulum sekolah tersebut, seluruh siswa memiliki kesempatan untuk berlatih
dan merasakan dunia kerja yang sebenarnya.
Pihak
sekolah sebagai pengelola siswa untuk dididik sesuai denga tujuan Pendidikan
nasional Berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman
dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu,
cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta
bertanggung jawab. Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman,
berakhlak mulia, berilmu, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. Memiliki
pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif dalam ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab serta dampak fenomena
dan kejadian. Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif
dalam ranah abstrak dan konkret sebagai pengembangan dari yang dipelajari di
sekolah secara mandiri.
Realisasinya
adalah bahwa siswa SMKN Cibogo dibentuk plasma bertingkat mulai dari plasma1,
plasma 2 dan plasma 3. Seluruhn siswa tidak ada yang malas dan tidak ada yang
bolos karena kalau siswa malas apalagi berani bolos, dia akan rugi, kenapa...? kacida we atuh pa … kasakola dekeut jeng
imah, geus mah gratis tiap bulan dibere duit deui…(terlalu saja pa… sekolah
dekat dengan rumah, sudah gratis, bahkan tiap bulan dikasih uang lagi) celoteh Teli
Nurmala salah satu siswi berprestasi sebagai juara 1 lomba lari Siliwangi 10K.
Dan
dibenarkan oleh Babinsa desa Sadawarna yang membantu membina siswa siswi/taruna
dalam pelatih kedisiplinan melalui PBB. Bahwa seluruh siswa diberi kesempatan
untuk berlatih merangkai asesoris motor dari salah satu perusahaan jepang,
sebagai imbalannya siswa diberikan uang jajan tiap bulan dan sekolah dibantu
biaya operasional yang salah satunya untuk menambah honor guru yang 99% masih
guru honorer. Luar biasanya lagi bahwa seluruh lulusan bisa diserap oleh
perusahaan tersebut atau disalurkan keperusahaan lainnya sehingga lulusan SMK
Cibogo tidak ada yang nganggur, Selamat dan Sukses, BRAVO SMKN CIBOGO. (IR.3)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar